Langsung ke konten utama

Sebelum Memilih, Kenali dulu Asas Pemilu, LUBERJURDIL!


Sebagai negara yang memiliki konstitusi pemilihan umum legislatif dan eksekutif yang langsung dipilih oleh rakyat, wajib bagi rakyatnya untuk mengetahui asas pemilihan umum, agar bisa memilih pemimpinnya secara berkualitas. Untuk itu, terciptalah sebuah asas yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemilihan umum, baik itu untuk pemilih dan juga penyelenggara. Asas yang diperuntukkan bagi pemilih, LUBER adalah kepanjangan dari Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia. Sedangkan JURDIL, asas yang diperuntukkan bagi penyelenggarana Pemilu adalah Jujur dan Adil.

Langsung yang dimaksudkan dalam LUBER adalah pemilihan umum terselenggara secara langsung, dan tidak untuk diwakilkan. Artinya, pemilih harus memilih secara langsung, dan tidak bisa menitipkan atau meminta orang lain memilihkan pilihannya. Umum, yang dimaksudkan adalah pemilihan umum berhak diikuti oleh semua warga negara terutama yang sudah legal atau sudah memiliki identitas resmi. Bebas, artinya pemilihan umum bersifat bebas memilih, pemilih berhak dan boleh memilih siapa saja yang ingin dipilih dalam Pemilu. Sedangkan Rahasia, artinya pilihan pemilih dalam Pemilu berhak untuk tidak diketahui oleh orang lain.

Sedangkan asas Jujur dalam JURDIL bagi penyelenggara adalah, pemilihan umum harus bersifat jujur, artinya tidak ada yang dikurangi atau dilebih-lebihkan. Asas adil, berarti pemilihan umum harus adil bagi peserta Pemilu, tidak ada yang berhak diistimewakan maupun didiskriminasi dalam Pemilu. Jika asas ini diterapkan oleh penyelenggara, peserta, maupun pemilih, maka Pemilu di Indonesia akan lebih baik dan berkualitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ancaman Sosial Budaya pada Era Digital

Ancaman sosial budaya tidak terdengar asing ditelinga kita. Ancaman sosial budaya termasuk dalam ancaman non militer. Maksudnya, sebuah ancaman untuk menghancurkan suatu bangsa tanpa menggunakan jalur militer. Nah sobat Kami Sosial, apakah ancaman sosial budaya dan bagaimana ancaman sosial budaya tersebut dilakukan menggunakan teknologi digital di era digital saat ini? Mari simak artikel berikut ini. Maksud dari Ancaman Sosial Budaya Ancaman sosial budaya berarti ancaman yang ditimbulkan melalui interaksi-interaksi sosial di tengah masyarakat. Interaksi yang menimbulkan ancaman atau konflik tersebut berhubungan dengan kebudayaan. Ancaman ini juga bisa berasal dari dalam, maupun luar budaya masyarakat. Ancaman bisa berupa konflik antar masyarakat, atau masuknya budaya asing yang secara perlahan merusak isi masyarakat. Contoh ancaman sosial budaya yang berasal dari luar adalah masuknya budaya asing yang berasal dari arus globalisasi, yang tidak sesuai di masyarakat, tetapi dicoba u...

Penjelasan Mengenai Kelompok Sosial

Pada pembahasan sebelumnya, Kami Sosial ID telah membahas mengenai manusia sebagai makhluk sosial. Dalam pembahasan tersebut, Kami Sosial ID menjabarkan mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial, karena manusia saling bergantung satu sama lain. Selengkapnya pembahasan mengenai makhluk sosial silahkan klik disini . Definisi Kelompok Sosial Karena sifat naluri manusia yang memang harus berinteraksi satu sama lain, tidak menutup kemungkinan akan terbentuk kelompok akibat interaksi manusia-manusia tersebut. Menurut ahli Sosiologi Soerjono Soekanto , kelompok sosial merupakan kesatuan-kesatuan manusia yang hidup secara bersama karena saling berhubungan satu sama lain secara timbal balik dan saling memengaruhi. Oleh karena itulah faktor yang mendorong terjadinya kelompok sosial adalah kebutuhan manusia itu sendiri untuk saling berinteraksi satu sama lain. Kelompok sosial juga menjadi alasan makhluk individu untuk terus bersosialisasi. Karena dengan kelompok sosial lah, ...

Mempertahankan Pancasila pada Era Reformasi

Bagi rakyat Indonesia, pancasila bukanlah hal yang asing, karena itu adalah ideologi dan dasar negara Indonesia. Pancasila merupakan ide besar pemimpin bangsa pada era awal kemerdekaan Indonesia, guna menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, dan sejahtera. Cita-cita tinggi itu tertuang dalam setiap sila pancasila, yang berbunyi; (1) ketuhanan yang maha Esa, (2) kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) persatuan Indonesia, (4) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta (5) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama 74 tahun, bangsa Indonesia tetap teguh mempertahankan kelima dasar negara ini. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada tantangan dalam mempertahankan ideologi besar negara ini. Tantangan Pancasila di Era Reformasi Selama 74 tahun, Indonesia tetap berpegang teguh pada pancasila. Namun, pada era setelah reformasi 21 tahun yang lalu, mempertahankan pancasila sebagai ideologi negara mulai memili...