Langsung ke konten utama

Diskriminasi sebagai Bentuk dari Masalah Sosial


Penjelasan Masalah Sosial

Masalah sosial atau permasalahan sosial kerap kali kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, apakah kamu sudah paham mengenai masalah sosial, meskipun sudah sering mendengarnya?

Masalah sosial adalah keadaan masyarakat yang sedang tidak ideal, tidak sesuai dengan unsur atau norma kemasyarakatan, bahkan juga bisa membahayakan kehidupan masyarakat banyak. Harapan dan kenyataan dengan situasi yang ada tidak sesuai, sehingga muncul kesenjangan. Masalah sosial merupakan kondisi yang tidak diinginkan dalam masyarakat, karena dampaknya bisa membuat gelisah orang banyak—tidak hanya pada satu individu.
Sebuah masalah dapat dikatakan sebagai masalah sosial apabila memiliki 4 karakteristik. Masalah sosial memiliki 4 karakteristik. Keempatnya adalah (1) menuntut perpecahan (2) dirasakan banyak orang (3) dinilai tidak menyenangkan (4) harus diselesaikan melalui rekayasa sosial.

Diskriminasi

Diskriminasi berarti sebuah sifat ketidakadilan bagi suatu kelompok atau individu yang dilakukan oleh individu atau kelompok pula. Diskriminasi disebut tindakan tidak adil karena bisa berpengaruh dengan kerugian suatu pihak. Diskriminasi muncul akibat masyarakat yang suka membeda-bedakan suatu kelompok atau kelas sosial.

Diskriminasi dibagi menjadi dua yakni langsung dan tidak langsung. Diskriminasi langsung biasa terjadi ketika sebuah aturan atau hukum mengkhususkan pada suatu kelompok tertentu dan bisa berakibat ketidak adilan atau menghambat suatu proses atau peluang. Sedangkan diskriminasi tidak langsung bisa terjadi ketika suatu aturan atau hukum yang awalnya netral, berubah menjadi memihak kepada suatu pihak saat diterapkan, dan menimbulkan ketidak adilan (selengkapnya baca disini).

Diskriminasi sebagai Masalah Sosial

Merujuk pada keempat karakteristik masalah sosial yang telah dipaparkan, diskriminasi bisa dikategorikan sebagai masalah sosial. Diskriminasi pada kelas, ras, atau golongan tertentu bisa dirasakan dampaknya dalam skala besar. Diskriminasi juga menyebabkan perpecahan antar kelompok yang melakukan diskriminasi, kepada kelompok yang didiskriminasi.

Selain itu, bentuk ketidakadilan dari diskriminasi juga merupakan sebuah tindakan yang tidak menyenangkan. Aturan yang semisalnya telah rigit dan terpaku pada suatu konteks, bisa berubah akibat adanya sifat diskriminasi. Diskriminasi sendiri hanya dapat diatasi melalui rekayasa sosial, karena perlu campur tangan otoritas untuk menegakkan keadilan dari ketidakadilan akibat ulah oknum-oknum yang diskriminatif.

Diskriminasi sebagai Masalah Sosial di Indonesia

Indonesia sebagai negara multikultur, multi ras, multi etnis, punya banyak lapisan dan kelas sosial tertentu, tentunya memiliki potensi persenggangan antar kelompok-kelompok di masyarakat. Hal tersebut tidak terkecuali diskriminasi. Diskriminasi bisa dilakukan siapa saja selama yang bersangkutan memiliki kekuasaan atau kekuatan untuk melakukan diskriminasi pada pihak-pihak tertentu.

Di Indonesia, kasus terbaru mengenai diskriminasi terjadi pada kaum disabilitas. Kaum disabilitas yang mendaftarkan diri ke seleksi CPNS atau Calon Pegawai Negeri Sipil mendapatkan banyak penolakan dan hambatan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil. Dilansir melalui Detik.com, diskriminasi yang didapatkan peserta seleksi CPNS terutama penyandang disabilitas adalah ditolaknya berkas pendaftaran dan ada peserta yang ditolak setelah pengumuman seleksi.

Kaum disabilitas masih memiliki banyak diskriminasi lainnya, namun tidak terlalu digaungkan dan suara mereka tidak begitu didengar. Permasalahan sosial ini tidak hanya dirasakan oleh satu kaum disabilitas, tetapi oleh banyak kaum disabilitas lainnya. Perlu adanya aturan dan penegakan keadilan demi menjamin hak-hak kaum disabilitas di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ancaman Sosial Budaya pada Era Digital

Ancaman sosial budaya tidak terdengar asing ditelinga kita. Ancaman sosial budaya termasuk dalam ancaman non militer. Maksudnya, sebuah ancaman untuk menghancurkan suatu bangsa tanpa menggunakan jalur militer. Nah sobat Kami Sosial, apakah ancaman sosial budaya dan bagaimana ancaman sosial budaya tersebut dilakukan menggunakan teknologi digital di era digital saat ini? Mari simak artikel berikut ini. Maksud dari Ancaman Sosial Budaya Ancaman sosial budaya berarti ancaman yang ditimbulkan melalui interaksi-interaksi sosial di tengah masyarakat. Interaksi yang menimbulkan ancaman atau konflik tersebut berhubungan dengan kebudayaan. Ancaman ini juga bisa berasal dari dalam, maupun luar budaya masyarakat. Ancaman bisa berupa konflik antar masyarakat, atau masuknya budaya asing yang secara perlahan merusak isi masyarakat. Contoh ancaman sosial budaya yang berasal dari luar adalah masuknya budaya asing yang berasal dari arus globalisasi, yang tidak sesuai di masyarakat, tetapi dicoba u...

Penjelasan Mengenai Kelompok Sosial

Pada pembahasan sebelumnya, Kami Sosial ID telah membahas mengenai manusia sebagai makhluk sosial. Dalam pembahasan tersebut, Kami Sosial ID menjabarkan mengapa manusia disebut sebagai makhluk sosial, karena manusia saling bergantung satu sama lain. Selengkapnya pembahasan mengenai makhluk sosial silahkan klik disini . Definisi Kelompok Sosial Karena sifat naluri manusia yang memang harus berinteraksi satu sama lain, tidak menutup kemungkinan akan terbentuk kelompok akibat interaksi manusia-manusia tersebut. Menurut ahli Sosiologi Soerjono Soekanto , kelompok sosial merupakan kesatuan-kesatuan manusia yang hidup secara bersama karena saling berhubungan satu sama lain secara timbal balik dan saling memengaruhi. Oleh karena itulah faktor yang mendorong terjadinya kelompok sosial adalah kebutuhan manusia itu sendiri untuk saling berinteraksi satu sama lain. Kelompok sosial juga menjadi alasan makhluk individu untuk terus bersosialisasi. Karena dengan kelompok sosial lah, ...

Mempertahankan Pancasila pada Era Reformasi

Bagi rakyat Indonesia, pancasila bukanlah hal yang asing, karena itu adalah ideologi dan dasar negara Indonesia. Pancasila merupakan ide besar pemimpin bangsa pada era awal kemerdekaan Indonesia, guna menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar, dan sejahtera. Cita-cita tinggi itu tertuang dalam setiap sila pancasila, yang berbunyi; (1) ketuhanan yang maha Esa, (2) kemanusiaan yang adil dan beradab, (3) persatuan Indonesia, (4) kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta (5) keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selama 74 tahun, bangsa Indonesia tetap teguh mempertahankan kelima dasar negara ini. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada tantangan dalam mempertahankan ideologi besar negara ini. Tantangan Pancasila di Era Reformasi Selama 74 tahun, Indonesia tetap berpegang teguh pada pancasila. Namun, pada era setelah reformasi 21 tahun yang lalu, mempertahankan pancasila sebagai ideologi negara mulai memili...